Kamis, 14 November 2019

Peran Teknologi Informasi Dalam Dunia Pendidikan

Teknologi Komunikasi mempunyai pengertian segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu kelainnya. Karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala aspek yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/ pemindahan informasi antar media menggunakan teknologi tertentu.
Add caption
Khusus dalam bidang pendidikan, menurut Bambang Sudibyo (2007), sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20/2003 pasal 35 ayat 1 dan pasal 40 standar sarana dan prasarana sekolah termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Demikian juga dalam pemerataan dan perluasan akses pendidikan sesuai dengan Renstra Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, maka kegiatan prioritas pencapaian sasaran termasuk pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran jarak jauh. Selain itu dalam rangka peningkatan mutu, relevansi dan daya saing maka diharapkan ada penerapan TIK dalam pembelajaran.
Pendidikan di SD memiliki tujuan sebagai berikut:
1. Memberikan bekal kemampuan membaca, menulis dan berhitung.
2. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang bermanfaat bagi siswa sesuai dengan tingkat perkembangannya
3. Mempersiapkan siswa untuk mengikuti pendidikan di SLTP
Selain memiliki tujuan, pendidikan di sekolah dasar juga memiliki fungsi.
Fungsi yang sangat mendasar dan menonjol dari pendidikan sekolah dasar adalah:
1. Fungsi edukatif
Dimana upaya bimbingan dan pembelajaran diorientasikan pada pembentukan landasan kepribadian yang kuat. Fungsi ini diwujudkan dengan modeling, yaitu memberikan contoh konkrit dan keteladanan perilaku yang etis, normative dan bertanggungjawab dalam setiap berinteraksi dengan siswa.

2. Fungsi pengembangan dan peningkatan
Fungsi ini merupakan penjabaran dari fungsi edukatif yang harus dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Fungsi pengembangan merujuk pada upaya optimalisasi potensi siswa memalui peningkatan kognitif.
Jika merujuk pada teori belajar kognitif, Jean Piaget membagi perkembangan fungsi-fungsi dan perilaku kognitif ke dalam empat tahapan utama yang secara kualitatif setiap tahapan memunculkan karakteristik yang berbeda. Berikut merupakan tahapan nya.
a. Periode sensori motor
Periode ini ditandai dengan penggunaan sensori motorik. Prestasi yang dicapai pada periode ini adalah perkembangan bahasa, hubungan tentang objek, control skema, kerangka berpikir, pembentukan pengertian dan pengenalan hubungan sebab akibat.
b. Periode pra operasional
Periode ini ditandai dengan cara berpikir yang transduktif (menatik kesimpulan) tentang sesuatu yang khusus atas dasar hal khusus

c. Periode operasional konkret
Pada tahapan ini siswa sudah mampu mengklasifikasikan angka-angka atau bilangan. Pada periode ini anak sudah memiliki kemampuan dalam proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika meskipun masih terikat dengan objek-objek yang bersifat konkret.

d. Periode operasional formal

Periode ini siswa sudah mampu mengoperasikan kaidah-kaidah logika formal yang tidak terikat lagi dengan objek-objek yang bersifat konkrit.
Dari informasi di atas dan di dasarkan pengalaman mengajar peran teknologi informasi dan komunikasi jika di kaitkan dengan kegiatan belajar mengajar di kelas khususnya akan memudahkan kedua subject yaitu guru dan siswa untuk memperoleh informasi sebanyak banyaknya dengan cepat dan mudah.
Untuk anak jenjang sekolah dasar jika kegiatan belajar mengajar menggunakan sarana tik sebagai media pembelajaran yang ada di sekolah seperti perangkat keras komputer, lcd proyektor, internet dll manfaatnya seperti:
1. Menumbuhkan minat belajar siswa.
2. Menumbuhkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi.
3.Menumbuhkan konsentrasi yang lebih lama di bandingkan dengan kegiatan belajar secara klasikal, karena anak di usia sekolah dasar apalagi tahapan awal jenjang 1-3 sd anak lebih minat belajar seraya bermain , daya tangkap atau konsentrasi berdasarkan pengalaman mengajar tidak lebih kurang dari 10 sampai 15 menit selebihnya mereka asyik mengobrol atau asik dengan kegiatannya sendiri dengan mengkombinasikan materi pembelajaran dengan media tik di sekolah sangat efektif dan efisien.
tentunya selain manfaat juaga ada kekurangan jika menggunakan media internet contohnya didalamnya terdapat banyak infornasi ataupun tayangan yang tiba tiba muncul tanpa dikehendaki yang kurang sesuai dengan usia anak maka tentunya jika di sekolah peran guru sangat pnting untuk mendampingi kegiatan siswa dan menjelaskan dengan bijak sesuai dengan informasi yang di temukan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar